BERAPA RIBU HAFIDZ DAN HAFIDZOH YANG TERBUNUH DI
BERAPA GELINTIR YANG BERSIAP MENGGANTIKAN MEREKA?
Serangan Israel terhadap penduduk muslim di jalur Gaza telah menjadi isu terpenting bagi dunia Islam saat ini. Informasi terakhir yang berhasil digali adalah bahwa selain ide untuk menghabisi warga Palestina untuk mencuri tanah mereka, serangan tersebut terutama dipicu oleh rasa takut yang menghantui pembesar-pembesar Israel.
Apa pasal? Ternyata orang-orang Palestina, selain masyarakat muslim yang paling banyak melahirkan doktor pada berbagai bidang kajian, juga adalah masyarakat penghapal Al-Qur’an. Sejak masa kanak-kanak, orang-orang Palestina telah ditempa untuk menjadi hafidz dan hafidzoh Al-Qur’an.
Keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki masyarakat Palestina, yang terutama didorong oleh semangat dan keyakinan beragama yang kuat inilah yang menjadi sumber kekhawatiran dan ketakutan terbesar pemuka-pemuka Yahudi.
Keyakinan Yahudi Akan Mu’jizat Al-Qur’an
Al-Qur’an telah mensinyalir bahwa orang-orang Yahudi telah mengenal Muhammad bahkan lebih baik daripada mereka mengenal anak sendiri. Lalu apa yang mendasari penolakan mereka terhadap Muhammad? Tak lain adalah fanatisme ras yang membabi-buta. Sama sekali tanpa alasan rasional, baik ’alamiyah pun Ilahiyah.
Sehingga sebenarnya, mereka sama sekali tidak meragukan kebenaran Al-qur’an. Mereka telah mengetahui kebenaran itu, tapi dengan penuh kesadaran menolaknya. Mereka sangat gigih menentang orang-orang yang membela Al-Qur’an. Dan oleh karenanya mereka sangat was-was mengetahui betapa beribu-ribu penghapal Al-Qur’an terus menghidupkan tradisi mereka di tanah Palestina. Para balita Palestina langsung dikenalkan nama Allah seketika mereka dilahirkan. Dan menjelang usia sepuluh tahun, rata-rata dari mereka sudah hafal setengah Al-Qur’an, bahkan ada yang sudah hafidz Al-Qur’an.
Sesungguhnya, para pembesar Yahudi yang mendapat justifikasi dari para rabi mereka, tidak dapat memungkiri mu’jizat yang pernah diturunkan kepada Nabi merka, Musa a.s. Itulah yang mereka takutkan dari Al-Qur’an dan para pembelanya. Bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang mu’jizatnya dapat terjadi kapan saja untuk membela orang-orang yang menyanjungnya. Karena mu’jizat Al-Qur’an akan datang dengan seringnya kalimah-kalimah nya dibaca dan diperdengarkan.
Rupanay pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang selalu diulang-ulang inilah yang telah sampai kepada telinga Yahudi. Sedangkan bilamana pintu hati telah ditutup rapat, takkan pernah nur hidayah sudi datang menyapa. Alih-alih mendapat hidayah, orang-orang yang membenci Islam, kitab sucinya, dan para penganutnya, malah menggempur Jalur Gaza demi menghilangkan, menghentikan, melantunnya ayat-ayat suci. Mereka takut mu’jizat Al-Qur’an akan datang berupa siksa terhadap mereka. Oleh karena itu merka tergopoh-gopoh ingin menyegerakan terhapusnya komunitas muslim Palestina.
Siapa Yang Telah Bersiap Menggantikan Para Hafidz dan Hafihzoh Yang Gugur?
Sekarang, ribuan hafidz dan hafidzoh Palestina telah berguguran. Lalu apa yang kita lakukan? Tidakkah kita, yang mengaku muslim, lebih meyakini mu’jizat Al-Qur’an di banding orang-orang Yahudi? Lalu mengapa dari hari ke hari kita semakin jauh dari Al-Qur’an?
Maka MARILAH! Marilah KITA sejak detik ini juga menanamkan tekad untuk lebih dekat kepada Al-Qur’an. Jangan ada seharipun terlewat tanpa lantunan ayat suci terlepas dari bibir kita. Tak ada waktu jeda lagi tanpa usaha untuk mengingat-ingat ayat suci. Jangan ada alasan lagi. Entah waktu, usia, pun bahasa. Karena Allah telah menetapkan Al-Qur’an sebagai mu’jizat umat Muhammad. Karena rezeki ilmu adalah apa yang Allah tanamkan ke dalam dada kita. Kewajiban mahluq hanyalah berusaha, bukan mendapatkan. Maka sekali lagi : MARI KITA MENGHAPAL AL-QUR’AN!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar